Sabtu, 31 Oktober 2015

Puisi Angin Berbalik Arah



Angin Berbalik Arah
oleh :

Anik Suliatri


Di  awal kelahiranya
Sambutan nyanyian syair
Melantun suci dengan lembutnya
Menyentuh dinding-dinding hati

Dalam kesunyian malam
Hiasan bintang bersama purnama
Merebahlah hati bergejolak
Memuncak lewat pandangan mata

Tanpa sengaja
Tercurihlah mata bersinar lembut
Membuat hati bergemetar
Terhentinya saraf-saraf beredar

Lantunan indah merajai otak
Teruslah hati bergejolak
Tiap kali insan ilahi telah nampak
Tubuh mengigil sedemikan rupa

Seolah nyawa ia lah yang punya
Diri ini menjadi acuh
Menutup pintu dan jendela
Menolak tiupan angin luar

Namun kini angin brbalik arah
Rembulan tak lagi bersahabat
Purnama telah memilikinya
Tak lagi tersisa

Membuat nestapa jiwa ini
Mata ini peluh
Langitpun ikut menangis
Terharu biru lebih tragis

Dalam puncak munajat
Hati meratap dan mengiba
Cinta yang terbawa
Bersama ruh yang tak lagi menyatu

  

                                             #20-11-2013






Tidak ada komentar:

Posting Komentar