Angin Berbalik
Arah
oleh :
Anik
Suliatri
Di awal kelahiranya
Sambutan
nyanyian syair
Melantun
suci dengan lembutnya
Menyentuh
dinding-dinding hati
Dalam
kesunyian malam
Hiasan
bintang bersama purnama
Merebahlah
hati bergejolak
Memuncak
lewat pandangan mata
Tanpa
sengaja
Tercurihlah
mata bersinar lembut
Membuat
hati bergemetar
Terhentinya
saraf-saraf beredar
Lantunan
indah merajai otak
Teruslah
hati bergejolak
Tiap
kali insan ilahi telah nampak
Tubuh
mengigil sedemikan rupa
Seolah
nyawa ia lah yang punya
Diri
ini menjadi acuh
Menutup
pintu dan jendela
Menolak
tiupan angin luar
Namun
kini angin brbalik arah
Rembulan
tak lagi bersahabat
Purnama
telah memilikinya
Tak
lagi tersisa
Membuat
nestapa jiwa ini
Mata
ini peluh
Langitpun
ikut menangis
Terharu
biru lebih tragis
Dalam
puncak munajat
Hati
meratap dan mengiba
Cinta
yang terbawa
Bersama
ruh yang tak lagi menyatu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar