Selasa, 24 Juli 2018

Anak Buangan (Puisi)



Anak Buangan
Oleh : Anik Suliatri

Lihatlah !
Ketika malam beranjak matang
Hingga jingganya pagi masih diselimuti awan hitam
Menggumpalnya habis sudah menumpahkan air
Terjaga...

Menelisik hati
Menyisir pertolongan angan
Aku sudah siap !
Lebih terkesiap lagi saat kesadaraan itu mencukil harga diri
Inilah sebenarnya urusan paling pelik
Yang menyergap hubungan hutang budi

Akulah anak buangan
Tak berbapak, tak bertuan
Dipungut dari keputusasaan
Meraba takdir yang kian temaram

Derita hidup lumat dikunyah
Hinaan pun latah ditelan
Hei, nyonya dan tuan !
Boleh ku sampaikan
Hariku rebah jimpah sesak oleh ratapan

Seribu jari menuding begitu tohor dan tak berdasar
Melempar sorot mata penuh duga
Mematut pertanggungjawaban pula
Aduhai wajah-wajah jemawa
Aku lumpish dalam makna kata
Tapi, nyonya dan tuan !
Sekiranya apa salahku pada anda sekalian ?!
Jambi, 22 Juli 2018

7 komentar: