Pelecut
Hati
Oleh
: Anik Suliatri
Mata terpejam dalam. Tajam
Menlansirkan sua diberanda ilusi
Kalap jua kota bayang membelakangi
Telusuri jejak memori
Mimpi
Mendekap resah meluruh peluh
Akan jemari hangat tempo itu
Menjadi tempat rebahnya lara
Mengusir riuh letih sehabis senja
Benarkah ada ?
Kepada awan yang menari
Mengatup luka saban hari
Lecuti sunyi dikediaman malam
Telah jelas itu bahagia, tapi tak jelas jika itu
luka
Terlupa
Ditengah telaga ada jelaga
Peringatan bagi si pencinta
Sehilang haus habis disesapi
Terbuang bersama sepi matikan hati
Air mata
Lampung,
14-12-2015